Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung

Suasana Pasar Papringan
Setiap Minggu Pon dan Minggu Wage, Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung ramai dikunjungi warga luar daerah. Mereka hendak menikmati suasana Pasar Papringan di dusun tersebut.

Pasar Papringan menjajakan makanan tradisional yang kini sudah banyak dilupakan orang. Juga menyuguhkan aneka permainan tradisional. Alat pembayarannya juga bukan uang melainkan potongan bambu. Unik dan menarik.


Uniknya, pembeli dan penjual juga tidak bisa memakai uang rupiah sebagai alat pembayaran. Baik pembeli maupun penjual harus menukarkan uang rupiah itu dengan alat pembayaran yang oleh warga desa setempat disebut "koin pring". Bentuknya memang mirip koin, namun terbuat dari kayu dan bambu. Ada yang berbentuk bulat dan ada yang berbentuk kotak.

Nilai yang tertera pada koin pring itu ada empat, yaitu "1", "5", "10", dan "50". Nilai "1" itu sama dengan Rp 1.000, nilai "5" sama dengan Rp 5.000, nilai "10" sama dengan Rp 10.000, dan nilai "50" sama dengan Rp 50.000.

“Pedagang diwajibkan memakai bahan-bahan yang ramah lingkungan dan sehat," kata salah satu pedangan seraya menggoreng makanan memakai tungku berbahan bakar arang.

Sangat menarik bukan? Tak heran bila setiap Minggu Pon dan Minggu Wage, ratusan kendaraan berplat luar kota berbondong-bondong ke pasar dadakan di Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu tersebut.

***

Madania Trans Wisata

Solusi Event, Perjalanan dan Wisata
Umroh | Wisata Halal | Organizer

Paket :
MICE Organizer
Wisata Yogyakarta
Gathering Komunitas
Family Gathering
The Miracle Umroh
Studi Tour

Silahkan hubungi kontak dibawah ini
WA 0877-3454-7345 Faisal Ismail


Atau email ke
madaniatranswisata@gmail.com

0 Response to "Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel