Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung
![]() |
| Suasana Pasar Papringan |
Pasar Papringan menjajakan makanan tradisional yang kini sudah banyak dilupakan orang. Juga menyuguhkan aneka permainan tradisional. Alat pembayarannya juga bukan uang melainkan potongan bambu. Unik dan menarik.
Uniknya, pembeli dan penjual juga tidak bisa memakai uang rupiah sebagai alat pembayaran. Baik pembeli maupun penjual harus menukarkan uang rupiah itu dengan alat pembayaran yang oleh warga desa setempat disebut "koin pring". Bentuknya memang mirip koin, namun terbuat dari kayu dan bambu. Ada yang berbentuk bulat dan ada yang berbentuk kotak.
Nilai yang tertera pada koin pring itu ada empat, yaitu "1", "5", "10", dan "50". Nilai "1" itu sama dengan Rp 1.000, nilai "5" sama dengan Rp 5.000, nilai "10" sama dengan Rp 10.000, dan nilai "50" sama dengan Rp 50.000.
“Pedagang diwajibkan memakai bahan-bahan yang ramah lingkungan dan sehat," kata salah satu pedangan seraya menggoreng makanan memakai tungku berbahan bakar arang.
Sangat menarik bukan? Tak heran bila setiap Minggu Pon dan Minggu Wage, ratusan kendaraan berplat luar kota berbondong-bondong ke pasar dadakan di Dusun Ngadiprono Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu tersebut.
***
Madania Trans Wisata
Solusi Event, Perjalanan dan Wisata
Umroh | Wisata Halal | Organizer
Paket :
MICE Organizer
Wisata Yogyakarta
Gathering Komunitas
Family Gathering
The Miracle Umroh
Studi Tour
Silahkan hubungi kontak dibawah ini
WA 0877-3454-7345 Faisal Ismail
Atau email ke
madaniatranswisata@gmail.com


0 Response to "Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung"
Post a Comment